ARTIKEL ILMIAH
ARGUMENTASI
“MENGEJAR MIMPI KE
NEGRI SAKURA”
Dosen Pengampu:
Dr. Drs. Hari
Wahyono, M.Pd.
DISUSUN OLEH:
FAGHNIZA ROZAKA
NPM 202101358
Email: rozakkun08@gmail.com
AKADEMI TEKNIK TIRTA WIYATA
Jl.Duku 1 No.54,
Kramat Selatan, Magelang Utara
2022
Abstrak
Alhamdulillah Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat dan rahmat-Nya saya bisa menyelesaikan artikel ilmiah ini dengan
topik “kiat sukses kuliah di Akatirta”. Artikel ilmiah ini berjudul “Mengejar Mimpi Ke Negri
Sakura” saya buat dengan tujuan untuk memberikan motivasi terhadap diri saya
sendiri dan juga kepada teman-teman. Negri Sakura atau yang dikenal dengan
negara Jepang merupakan salah satu negara maju yang berada di Asia. Negara ini
mempunyai teknologi yang sangat canggih untuk zaman sekarang, contohnya adalah
Jepang mampu mengubah air laut menjadi air bersih yang bisa diminum tanpa harus
dipanaskan terlebih dahulu. Metode penulisan yang saya
gunakan adalah metode penelitian evaluasi yaitu metode yang dilakukan untuk
mengetahui seberapa jauh pelaksanaan atau seberapa jauh tujuan telah tercapai. Saya
menyadari bahwa artikel ilmiah ini masih banyak kekurangannya, maka saran dan
kritik sangat dibutuhkan sebagai penyempurna artikel ini.
Kata kunci: Artikel
ilmiah, Negri sakura, Jepang, Akatrita
ARTIKEL ILMIAH
MENGEJAR MIMPI KE
NEGRI SAKURA
Oleh: Faghniza
Rozaka
NPM 202101358
A.
PENDAHULUAN
Semua orang pasti mempunyai mimpi, dan salah satu
mimpi saya adalah dapat bekerja di luar negri khususnya di negri sakura atau
yang biasa kita kenal dengan negara Jepang. Sebelum bekerja di Jepang, saya
harus menyelesaikan studi belajar saya di kampus Akatirta, Magelang – Jawa
Tengah. Kampus ini hanya mempunyai satu prodi yaitu prodi teknik lingkungan. Proses
yang dijalani dalam belajar di Akatirta adalah selama 3 tahun, itu pun jika
kita mendapat nilai bagus tanpa harus mengulang mata kuliah. Oleh karenanya,
saya harus lulus semua mata kuliah disetiap semester. Hal ini bertujuan supaya
saya tidak mengulang disalah satu mata kuliah.
Saya telah merencankan hal ini sejak 2 tahun lalu
yaitu ingin bekerja di Jepang dan langkah yang saya ambil adalah dengan
mempelajari bahasa Jepang secara otodidak atau belajar sendiri. Belajar bahasa
Jepang tidak lah sulit asal kita mempunyai niat dan tujuan, maka hal itu dapat
dicapai dengan mudah. Pada tahun ini saya berkomitmen untuk mengambil bahasa
Jepang level N5. Saya belajar bahasa Jepang hanya bermodalkan buku dan membacanya
lalu menghafalkannya. Jepang juga mempunyai PDAM dan dikenal sebagai “Suidou”
yang artinya perairan. PDAM Jepang mempunyai teknologi yang sangat canggih
yaitu menggunakan mesin yang tidak bisa saya deskripsikan mesin tersebut.
Ilmu pengetahuan yang saya dapat selama berkuliah di
Akatirta nantinya akan saya terapkan ketika sudah bekerja di Jepang. Begitu
juga ketika saya pulang dari Jepang, saya pun akan menerapkan ilmu pengetahuan
dari Jepang ke PDAM Indonesia. Oleh karenanya melalui artikel ilmiah ini, saya
harap teman-teman dapat mengambil manfaatnya dan tujuannya.
B.
PEMBAHASAN
a.
Kampus
Akatirta
Akatirta singkatan dari Akademik Teknik Tirta Wiyata
atau yang biasa disebut dengan Kampus Air Indonesia. Kampus ini memiliki
berbagai kegiatan yang sangat berguna bagi masyarakat diantaranya mengukur
debit air, mencari sumber air, dan mengubah air kotor menjadi air bersih. Pada
tahun 2021 Kampus Akatirta diketahui mahasiswanya berjumlah kurang lebih 146
orang, jumlah tersebut merupakan jumlah yang cukup besar bagi kampus yang hanya
memiliki 1 prodi/jurusan. Kampus tersebut juga menerima mahasiswa dari berbagai
wilayah diantaranya Jawa, Bali, Sumatra,
Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Selain itu, Kampus ini juga memiliki alat-alat
praktikum yang sangat berguna untuk praktik kerja di lapangan diantaranya
mencari sumber mata air, dan mencari kebocoran pipa dengan mudah.
Kebocoran adalah salah satu penyebab air mati dan
menyebabkan masyarakat disekitar merasa kurang puas dengan pelayanan yang ada
di PDAM. Salah satu kebocoran yang paling parah adalah kebocoran yang tidak
diketahui sumbernya. Oleh karenanya, jika suatu saat terjadi kebocoran, maka
kita harus siap mencari kebocoran tersebut. Banyak orang-orang yang menganggap
kebocoran adalah hal yang biasa, namun itu bisa menyebabkan masyarakat yang
menggunakan pelayanan PDAM merasa kecewa dan akhirnya berhenti berlangganan
dengan PDAM. Kebocoran harus ditangani secepat mungkin supaya airnya dapat
mengalir dengan normal dan tentunya masyarakat merasa puas dengan pelayanan
PDAM.
PDAM adalah salah satu Perusahaan Air Minum yang ada
di Indonesia. PDAM sendiri merupakan Pemerintahan dibawah naungan BUMD(Badan
Usaha Milik Daerah). Setiap daerah memiliki PDAM nya sendiri-sendiri,
diantaranya PDAM Tegal, Pemalang, Pekalongan, Cilacap, dan Batang. PDAM Indonesia
juga telah melakukan kemajuan yaitu bekerja sama dengan PDAM luar negri. Oleh sebab
itu, PDAM adalah tujuan saya untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut.
1.
Tujuan
Saya kuliah di Akatirta
Nama Saya
adalah Faghniza Rozaka dan saya termasuk lulusan tahun 2019. Sebelum masuk
Akatirta, saya pernah kuliah di Jakarta selama 1 tahun. Saya kuliah di Institut
Sains dan Teknologi Nasional atau yang biasa disingkat ISTN. Saya mengambil
jurusan Farmasi pada saat itu, karena faktor ekonomi dan biaya yang mahal
akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari kampus tersebut. Saya mulai
mendaftar di Akatirta karena info dari orang tua, oleh sebab itu saya harus
giat belajar supaya saya bisa segera lulus dan mendapatkan pekerjaan.
2.
Proses
belajar selama kuliah
Belajar
adalah salah satu kunci untuk meraih kesuksesan Belajar bisa dilakukan dimana
saja, termasuk belajar dirumah, dosen dan mahasiswa dapat memanfaatkan
teknologi yang ada. Selama beberapa tahun ini, dunia pendidikan mengalami
banyak perubahan, diantaranya adalah proses belajar mengajar yang dilakukan
secara daring. Proses belajar dirumah yang dilakukan secara daring ternyata
tidak sebaik belajar dengan tatap muka secara langsung. Meskipun pandemi
covid-19 belum berakhir, kita harus tetap semangat belajar dan jangan pernah
beralasan malas belajar karena pandemi ini. Belajarlah walau sulit, dengan
belajar kita dapat meraih kesuksesan dengan mudah dan lancar.
Kesuksesan
adalah hal yang diinginkan oleh semua orang. Kesuksesan bukanlah suatu hal yang
mudah. Kesuksesan dapat diraih dengan sikap kita selama menempuh Pendidikan. Jika
sikap kita malas, maka kesuksesan tidak dapat kita raih. Oleh sebab itu,
kesuksesan harus kita raih untuk menggapai cita-cita.
3.
Mengejar
mimpi ke Jepang
Cita-cita
merupakan sebuah keinginan untuk setiap orang. Memiliki cita-cita dalam hidup
merupakan anugrah dari Allah SWT. Karena dengan memiliki cita-cita kita akan mengetahui
gambaran hidup masa depan yang akan dijalankan. Jika kita tidak memiliki
cita-cita, maka kita tidak akan memiliki sebuah keinginan untuk dicapai. Orang
yang memiliki cita-cita insya allah hidupnya akan dipermudah dan dapat dicapai.
Cita-cita saya adalah dapat bekerja di Jepang atau biasa yang disebut dengan
Negri Sakura.
Jepang atau
yang biasa dikenal sebagai Negri Sakura merupakan salah satu Negara maju yang
ada di daerah Asia. Walaupun negaranya kecil tetapi masyarakatnya memiliki pemikiran
yang sangat maju. Sebagai contoh adalah PDAM Indonesia dengan PDAM Jepang itu
berbeda sistemnya. PDAM Jepang sudah menggunakan pipa yang sangat canggih,
sementara PDAM disini masih menggunakan pipa model lama. Keinginan saya untuk
bekerja di Jepang adalah sebuah keinginan yang sudah saya rencanakan sejak 2
tahun lalu. Sebelum kerja di Jepang saya harus mempersiapkan diri saya dengan
menabung uang dan mencari pengalaman.
b.
Penelitian
di PDAM Jepang
Salah satu Perusahaan di Jepang menggunakan air yang
muncul dari keran langsung bisa diminum. Hal ini mendakan bahwa tingkat
kejernihan air di PDAM Jepang sangatlah bagus. Tidak hanya itu, air laut juga
bisa diminum menggunakan teknologi yang canggih. Jepang menggunakan air laut
karena sebagian wilayahnya susah mendapatkan air dalam tanah. Oleh karena itu
pemerintah membuat mesin yang dapat mengubah air laut menjadi air minum.
Pada tahun 2018, PDAM Sumatra Barat bekerja sama
dengan teknisi PDAM Jepang tentang pengolahan air bersih. Hasil kerja sama nya
yaitu:
·
Mengolah
air bersih layak minum
·
Mendistribusikan
air bersih tersebut untuk masyarakat setempat
·
Mengolah
air keruh menjadi air bersih dan bening
Oleh
karena itu, Indonesia harus memanfatkan kerja sama ini dengan sebaik-baiknya
supaya kita mendapatkan keuntungan yang maksimal dan juga teknologi nya tidak
ketinggalan dengan negara Jepang.
Indonesia harus mengubah teknologinya
supaya bisa seperti Jepang, yaitu teknologi pembersih pipa air minum. Hal ini
dikaitkan karena PDAM Indonesia sering mengalami penyumbatan pada pipa air
minum dan juga kurang memadainya akses air minum. Kebocoran pipa PDAM Indonesia
telah dibantu Jepang dengan memberikan “Alat Deteksi Kebocoran”. Masalah
kebocoran merupakan masalah mudah, sebagai ahli madya professional lulusan
akatirta kita harus menanggapi hal ini dengan serius dan mencontoh negara
Jepang supaya PDAM kita semakin maju.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Salah satu faktor Indonesia masih tertinggal dalam
bidang teknologi adalah kurangnya pengalaman dan evaluasi dengan negara lain.
Oleh sebab itu, saya mempunyai mimpi supaya bisa bekerja di Jepang dan
menerapkan ilmu yang saya dapatkan pada PDAM Indonesia.
B.
Saran
Mempunyai mimpi adalah tujuan
hidup semua orang tetapi tidak semua orang bisa menggapai mimpi tersebut. Jika
kita mempunyai mimpi maka kejarlah mimpi itu, kemudian rencanakan supaya bisa
tercapai, dan berkomitmen lah dalam menjalankan rencananya agar menjadi
kenyataan.
DAFTAR
PUSTAKA
https://www.antaranews.com/berita/685603/solok-pdam-jepang-olah-air-bersih-layak-minum
(diakses 8 Januari 2022)
https://independensi.com/2019/08/01/teknologi-jepang-aquapig-pembersih-pipa-diujicoba-di-pdam-bekasi/
(diakses 8 Januari 2022)
https://www.zonabandung.com/bandung-raya/pr-120982166/pdam-terima-bantuan-alat-deteksi-kebocoran-dari-jepang?page=all
(diakses 8 Januari 2022)
Komentar
Posting Komentar